Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

“2 Hati 1 Cinta” Oleh: Dina Rahmadiani

Sahabat seperti bintang Kamu tidak selalu melihatnya Tapi kamu tahu mereka selalu ada.             Sinar mentari di pagi Juli 2013 ini begitu menghangatkan hati lewat semburat mentari yang dengan lembutnya menampakkan wujud. Pintu gerbang yang dengan gagah berdiri mulai melebarkan daun pintunya, ya inilah hari pertama aku akan menginjakkan kaki di kelas XI SMAN 1 Simpang Empat.             Pagi ini aku begitu bersemangat untuk bangun pagi, bahkan tadi malam pun rasanya aku tak bisa tidur karena membayangkan seperti apa kelas ku nanti? Siapa teman-teman yang akan berjuang bersama dalam menuntut ilmu? Dan tentunya siapa yang akan dapat memikat hatiku nantinya? Cieehh.. “Mah.. aku mau mandi, ntar aku telat. Mama cepet dong di kamar mandinya!!” teriak ku sambil menggedor pintu kamar mandi. “Sabar dong sayang, mama baru juga masuk. Lagian kamu tumben banget pagi-pagi gin...

Cerpen perdana ku

Netizen.. kali ini aku mau posting cerpen perdana yang aku buat waktu kelas 1 SMA, dan judulnya aja nggak tau nih, hehee. walaupun masih acak-acakan, semoga tidak membuat kalian boring dan silahkan kasih judul sendiri :D             Kringg,, kring,, kring,,             Dentingan alarm seakan-akan mengusik telinga, mengobrak abrik mimpi, serta memaksa untuk mendongkrak kelopak mata agar dapat terbangun. Alarm yang terpajang di atas meja kecil itu merupakan hadiah ulang tahun ku tahun lalu dari kakak. Baru pukul 06.00.             Alarm itu sengaja ku setel sejak tadi malam sebelum tidur agar aku dapat bangun tepat waktu. Namun sepertinya kantukku semakin menggeliat saja, diluaran sana tetes hujan berguguran seirama di tambah dengan desiran angin yang menyusup lewat celah dinding papan rumah ku yang beberapa tampak ren...

Satu Kata yang Ku Sebut "TAKDIR"

takdir?? aku tau apa tentang takdir? lalu mengapa lisan ini menyebutnya sebagai takdir? insan itu tiba-tiba datang mengisi kekosongan seperti pelangi yang muncul disetiap redanya hujan setelah mata ini dimanjakan oleh indahnya dan hati ini begitu bahagia dibuatnya perlahan ia pergi tanpa menyisakan indahnya lagi begitu pula kamu datang.. memberikan keindahan dan setelah itu.. pergi tanpa permisi pelangi kah anda?? inikah yang kusebut takdir? sok tau :) aku tidak terlalu mengerti sakit.. lemah.. kecewa.. namun satu kata yang kusebut takdir itu yang menguatkan yang menyadarkan ku bahwa ini adalah rencana Tuhan untuk hidup ku yang lebih baik..

Ambigu Waktu

aku ingin kembali pada satu waktu dimana aku dan kamu diam membisu terpaku dengan keadaan namun dapat menarik kedua sudut bibir ini dimana bukan mulut lagi yang menjelaskan namun hati sepenuhnya disaat lelah seakan tak terasa hanya bermodal sebuah senyuman yang mampu meredam semua kelelahan meredam semua kekerasan yang ada hanya kesejukan nyaman tenang ketika kita ditakdirkan bersama namun waktu begitu ambigu seakan tak peduli seakan tak mau mengerti tak bisa kupecahkan teka-teki ini aku tak paham aku tak mengerti namun sekali lagi semua tentang waktu

Harapan Seorang Insan

waktu kesempatan sebuah harapan ketika aku kehilangan sebuah kesempatan mungkin saat itu waktu ku telah terbunuh namun tak dapat membunuh harapan ku harapan.. alasan mengapa aku tetap tegar disini walaupun kesempatan telah mengecewakanku walaupun waktu telah menyia-nyiakanku harapan itu masih disini di dalam hati ini di dalam setiap untaian do’a tak pernah surut menguatkan menegarkan agar selalu bersyukur kepada sang pencipta dan menyadarkan diri bahwa aku adalah insan yang lemah namun harapan membuatku tetap hidup